Header Ads

Breaking News

Gusdur (Abdurrahman Wahid)

 



Nama kecilnya adalah Abdurrahman Addakhil, beliau dikenal sebagai seorang yang humanis. Gus Dur selalu membela masyarakat yang lemah, tertindas, dan minoritas. Ada berbagai macam hal yang memengaruhinya, mengapa Gus Dur mempunyai perspektif keberpihakannya terhadap orang lemah atau sering dikenal mustad’afin. Gus Dur sebagai orang yang sederhana dan pengaruh buku-buku yang dibaca, akan memengaruhi sikapnya dalam membela orang lemah.

Gus Dur yang memiliki pemikiran tentang pribumisasi Islam, beliau yang memiliki pemikiran kosmopolitanisme dan univeraslisme Islam. Gus Dur yang memiliki sebuah gagasan pendidikan Islam yang dituangkan dalam sebuah tulisan “Pendidikan Islam Harus Beragama” dan tulisan-tulisan lainnya tentang wacana keislaman, bisa diketahui, bagaimana proses Gus Dur menghasilkan pemikiran yang terbuka dan progresif.

Gus Dur mencontohkan bagaimana anak-anak muda muslim terpelajar dalam menerapkan apa yang mereka anggap sebagai “ajaran-ajaran benar”. Contoh paling mudah bagi Gus Dur adalah menggunakan tutup kepala di sekolah non-agama, atau yang biasa dikenal dengan nama jilbab.

Setiap daerah memiliki budaya pendidikannya masing-masing sehingga pendidikan Islam tidak harus satu corak antara satu kawasan dengan kawasan yang lainnya. Pada prinsipnya, pendidikan Islam mengajarkan ajaran formal Islam. Dalam tulisannya “Pendidikan Islam Harus Beragam” Gus Dur ingin menyadarkan kita bahwa pendidikan Islam bukan hanya yang ada di tembok sekolah formal. Kenyataan yang ada di masyarakat pendidikan Islam sangat beragam.

*