Sejarah dan Peran Kepaksian Bejalan Diway dalam Paksi Pak Sekala Brak
Dalam sistem adat Paksi Pak Sekala Brak, terdapat empat kepaksian utama yang menjadi pilar kepemimpinan masyarakat Lampung. Salah satunya adalah Kepaksian Bejalan Diway, yang memiliki sejarah panjang dalam menjaga adat, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat di wilayah Lampung Barat.
Paksi ini berasal dari kawasan tua di sekitar Sekala Brak, sebuah wilayah bersejarah di sekitar kaki Gunung Pesagi yang berada di daerah Lampung Barat. Kawasan tersebut diyakini sebagai salah satu pusat awal peradaban masyarakat Lampung.
Asal Usul Kepaksian Bejalan Diway
Sejarah Kepaksian Bejalan Diway tidak dapat dipisahkan dari terbentuknya Paksi Pak Sekala Brak. Menurut tradisi lisan masyarakat Lampung, setelah runtuhnya kekuasaan lama di Sekala Brak, datang empat tokoh dari wilayah Pagaruyung di Sumatera Barat.
Keempat tokoh ini kemudian mendirikan empat garis kepemimpinan adat yang dikenal sebagai Paksi Pak. Dari sinilah lahir empat kepaksian besar:
- Kepaksian Pernong
- Kepaksian Nyerupa
- Kepaksian Belunguh
- Kepaksian Bejalan Diway
Kepaksian Bejalan Diway menjadi salah satu garis keturunan kepemimpinan adat yang memegang wilayah dan pengaruh tertentu dalam masyarakat Sekala Brak.
Makna Filosofis “Bejalan Diway”
Nama Bejalan Diway memiliki makna simbolik dalam budaya Lampung.
* Bejalan berarti berjalan atau menjalani perjalanan hidup.
* Diway merujuk pada air atau aliran kehidupan.
Secara filosofis, istilah ini menggambarkan kepemimpinan yang berjalan mengikuti aliran kehidupan masyarakat, yaitu pemimpin yang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan tanpa meninggalkan nilai adat.
Makna ini mengajarkan bahwa pemimpin adat harus:
* bijaksana
* tidak kaku dalam mengambil keputusan
* mampu menjaga keseimbangan sosial masyarakat.
Wilayah dan Pengaruh Adat
Dalam sejarahnya, Kepaksian Bejalan Diway memiliki pengaruh di beberapa wilayah adat di sekitar Lampung Barat dan daerah sekitarnya. Kepaksian ini berperan dalam mengatur kehidupan adat masyarakat, termasuk:
* hukum adat
* penyelesaian konflik masyarakat
* pelaksanaan upacara adat
* penjagaan tradisi dan budaya Lampung.
Para pemimpin adat dari Kepaksian Bejalan Diway biasanya memegang gelar kehormatan yang menunjukkan kedudukan mereka dalam struktur adat Sekala Brak.
Peran dalam Pelestarian Budaya
Hingga saat ini, Kepaksian Bejalan Diway masih berperan dalam menjaga warisan budaya Lampung. Dalam berbagai acara adat seperti:
* pernikahan adat Lampung
* upacara pengangkatan gelar adat
* musyawarah adat masyarakat
peran para tokoh dari kepaksian ini masih dihormati dan diakui oleh masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sistem pemerintahan modern telah berkembang, struktur adat Paksi Pak Sekala Brak tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya Lampung.
Kesimpulan
Kepaksian Bejalan Diway merupakan salah satu pilar penting dalam sistem kepemimpinan adat Paksi Pak Sekala Brak. Kepaksian ini tidak hanya berperan dalam sejarah, tetapi juga dalam menjaga keberlangsungan nilai adat, tradisi, dan kebudayaan masyarakat Lampung hingga saat ini.
Sejarah Kepaksian Bejalan Diway mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya soal kekuasaan, melainkan tentang kemampuan menjaga keseimbangan antara adat, masyarakat, dan perjalanan kehidupan.
*
