Header Ads

Breaking News

Kenapa Harus Pariwisata bukan Jalan Rakyat

 


Opini : Ketika Pariwisata Lebih Diprioritaskan daripada Jalan Rakyat


Pembangunan adalah janji yang selalu diulang oleh pemerintah kepada rakyat. Setiap pergantian kepemimpinan, selalu ada harapan bahwa kehidupan masyarakat akan menjadi lebih baik melalui pembangunan yang merata dan berkeadilan. Namun dalam praktiknya, tidak jarang kebijakan pembangunan justru menimbulkan rasa kecewa di tengah masyarakat, terutama ketika pemerintah lebih memprioritaskan proyek pariwisata dibandingkan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan.


Bagi masyarakat di banyak daerah, jalan bukan sekadar sarana transportasi. Jalan adalah urat nadi kehidupan. Melalui jalan yang baik, petani dapat mengangkut hasil panennya ke pasar, anak-anak bisa pergi ke sekolah dengan aman, dan warga dapat mengakses fasilitas kesehatan tanpa hambatan. Ketika jalan rusak atau bahkan belum dibangun, aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat menjadi terhambat.


Ironisnya, di beberapa wilayah pemerintah justru lebih fokus mengembangkan kawasan wisata. Pembangunan resort, taman wisata, atau fasilitas pariwisata seringkali mendapatkan anggaran besar dan perhatian serius. Sementara itu, jalan desa yang digunakan setiap hari oleh masyarakat tetap rusak, berlubang, atau bahkan belum diaspal.


Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat: untuk siapa sebenarnya pembangunan itu dilakukan?


Pariwisata memang dapat memberikan pemasukan bagi daerah dan negara. Namun pembangunan pariwisata seharusnya tidak mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat. Jika akses jalan saja masih sulit, bagaimana masyarakat lokal bisa benar-benar merasakan manfaat dari sektor pariwisata tersebut?


Banyak warga merasa pembangunan pariwisata sering lebih menguntungkan investor atau pihak tertentu, sementara masyarakat sekitar hanya menjadi penonton. Mereka tetap harus melewati jalan berlumpur, menghadapi kesulitan mobilitas, dan menanggung risiko kecelakaan akibat infrastruktur yang buruk.


Kekecewaan masyarakat bukanlah tanpa alasan. Rakyat berharap pemerintah memiliki prioritas yang jelas dalam pembangunan. Infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, dan fasilitas kesehatan seharusnya menjadi kebutuhan utama yang dipenuhi terlebih dahulu sebelum mengembangkan proyek-proyek yang bersifat sekunder.


Pembangunan yang baik bukan hanya soal memperindah daerah untuk menarik wisatawan, tetapi juga memastikan bahwa rakyat yang tinggal di daerah tersebut dapat hidup dengan layak dan memiliki akses yang memadai terhadap fasilitas dasar.


Jika pemerintah ingin pariwisata berkembang secara berkelanjutan, maka pembangunan infrastruktur dasar harus menjadi fondasi utama. Jalan yang baik tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga justru akan mendukung sektor pariwisata itu sendiri.


Pada akhirnya, pembangunan seharusnya tidak hanya terlihat indah di atas kertas atau dalam laporan anggaran. Pembangunan harus benar-benar dirasakan oleh rakyat. Sebab ketika kebutuhan dasar masyarakat diabaikan, yang tersisa hanyalah rasa kecewa dan pertanyaan besar tentang keberpihakan pemerintah kepada rakyatnya.


*