Header Ads

Breaking News

Mungkinkah indonesia takut dengan ancaman tarif Trump AS





Iran: Indonesia Tidak Perlu Takut Ancaman Tarif Trump


Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, baru-baru ini menyampaikan pernyataan tegas agar Indonesia tetap tenang menghadapi ancaman tarif yang dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump. Pernyataan ini menarik karena menunjukkan "perspektif Iran" terhadap tekanan ekonomi global dan hubungan dagang antarnegara.


Latar Belakang Ancaman Tarif AS


Pada Januari 2026, Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan yang mengancam akan memberlakukan "tarif 25 persen bagi negara-negara yang tetap menjalin hubungan dagang dengan Iran". Kebijakan ini dimaksudkan sebagai tekanan ekonomi terhadap Teheran dalam konteks konflik dan sanksi yang lebih luas antara AS dan Iran.


Ancaman tersebut bukan fenomena baru; Trump sebelumnya pernah memperluas tarif impor terhadap berbagai negara untuk mengatasi defisit perdagangan AS dan mendorong negosiasi ulang perjanjian dagang. Beberapa negara bahkan disebut akan dikenai tarif tambahan jika dianggap mendukung kebijakan yang dinilai “anti-Amerika”.


Alasan Iran Mengeluarkan Pernyataan


Beberapa alasan penting mengapa Iran meminta Indonesia untuk "tidak takut" dengan ancaman tarif tersebut antara lain:


  • Perspektif Kedaulatan Negara, Iran menegaskan bahwa AS bukanlah “raja dunia” yang bisa menentukan kebijakan semua negara secara sepihak. Pernyataan Dubes Iran mencerminkan pandangan bahwa negara-negara merdeka, termasuk Indonesia, tidak perlu tunduk pada tekanan bilateral dari kekuatan besar seperti AS.

 

  • Manfaat Hubungan Dagang, Boroujerdi menekankan bahwa setiap negara atau perusahaan yang memiliki hubungan dagang reguler dengan Iran akan tetap mendapatkan keuntungan. Ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi bilateral dan multilateral masih dianggap saling menguntungkan meskipun ada tekanan eksternal.

 

  • Pengalaman Iran dengan Sanksi, Iran telah menghadapi "sanksi ekonomi berat dari AS selama lebih dari empat dekade". Pengalaman panjang ini membuat Iran percaya bahwa negara-negara lain juga dapat bertahan dan bahkan berkembang meskipun ada hambatan-hambatan serupa.

 

  • Dorongan Kerja Sama Regional, Lebih jauh, Iran mendorong negara-negara anggota blok seperti "D-8" (Development 8) — yang mencakup Indonesia — untuk memperkuat kerja sama dan mengurangi hambatan tarif internal, sehingga tekanan eksternal seperti ancaman AS tidak terlalu berdampak besar.


Konteks Global dan Indonesia


Pernyataan Iran juga muncul di tengah dinamika tarif dagang global yang sedang bergeser. AS sebelumnya menerapkan tarif tinggi seperti "tarif 32 persen terhadap Indonesia dalam konteks perang dagang dan negosiasi tarif" dengan Jakarta. Pemerintah Indonesia sendiri menyatakan tidak terlalu khawatir mengenai dampak dari ancaman tarif AS tersebut, terutama karena volume perdagangan dengan Iran relatif kecil dan masih dalam tahap negosiasi.


Inti Pesan Iran


Secara umum, pernyataan Iran dapat dilihat sebagai upaya diplomatik untuk:


  • Menjaga stabilitas hubungan ekonomi antara Teheran dan Jakarta;
  • Menciptakan keyakinan di antara negara-negara mitra bahwa tekanan tarif unilateral tidak harus menghambat kerja sama;
  • Mendorong kedaulatan ekonomi dan kerjasama multilateral sebagai respons terhadap kebijakan proteksionis di tingkat global.


Kesimpulan


Iran menyampaikan pesan kepada Indonesia agar tidak takut terhadap ancaman tarif dari AS karena:


  • Menurut Iran, tekanan semacam itu bukan hal baru dalam hubungan internasional;
  • Negara merdeka seharusnya tidak tunduk pada tekanan ekonomi sepihak;
  • Hubungan dagang dengan Iran tetap menguntungkan dan dapat dipertahankan;
  • Kerjasama regional dan bilateral dapat membantu mengatasi hambatan eksternal.


Pendekatan ini mencerminkan bagaimana geopolitik dan kebijakan ekonomi internasional saling terkait dalam dunia yang semakin terintegrasi, serta bagaimana negara-negara sedang mencari strategi untuk menavigasi tekanan global tanpa mengorbankan kepentingan nasionalnya sendiri.


---*


sumber :


[1]: https://en.antaranews.com/news/404622/iran-urges-indonesia-to-ignore-us-tariff-threats?"Iran urges Indonesia to ignore US tariff threats - ANTARA News"

[2]: https://www.reuters.com/world/china/leaders-growing-brics-group-gather-rio-summit-2025-07-06/?"Trump threatens extra 10% tariffs on BRICS as leaders meet in Brazil"

[3]: https://en.antaranews.com/news/404466/iran-encourages-d-8-nations-to-cut-tariffs-amid-global-trade-tensions? "Iran encourages D-8 nations to cut tariffs amid global trade tensions - ANTARA News"

[4]: https://aktual.com/indonesia-tak-khawatir-atas-ancaman-tarif-trump-terhadap-iran/? "Indonesia Tak Khawatir atas Ancaman Tarif Trump terhadap Iran - Aktual.com"