Header Ads

Breaking News

Sholat Tarawih Sendiri di Rumah, Boleh?

 



Sholat tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadan. Ia menjadi salah satu syiar yang paling terasa kehadirannya di masjid-masjid setiap malam. Namun, tidak sedikit umat Islam yang memilih atau terpaksa melaksanakan tarawih sendiri di rumah karena alasan kesehatan, pekerjaan, jarak, atau kondisi tertentu.


Lantas, bagaimana hukum dan keutamaannya?


Dasar Hukum Sholat Tarawih


Sholat tarawih termasuk sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Rasulullah ﷺ pernah melaksanakannya secara berjamaah di masjid beberapa malam, kemudian berhenti karena khawatir diwajibkan atas umatnya. Pada masa Umar bin Khattab, pelaksanaan tarawih berjamaah di masjid kembali dihidupkan dan ditata secara lebih terorganisir.


Meski demikian, tarawih tidak wajib berjamaah di masjid. Ia tetap sah dan bernilai pahala jika dilakukan sendiri di rumah.


Bolehkah Tarawih Sendiri di Rumah?


Boleh, dan sah. Bahkan dalam beberapa riwayat, Rasulullah ﷺ juga melaksanakan sholat malam di rumah beliau. Tarawih pada dasarnya adalah qiyamul lail (shalat malam) di bulan Ramadan.


Melaksanakan tarawih di rumah bisa menjadi pilihan terbaik apabila:


  • Ingin lebih khusyuk dan tenang.
  • Tidak memungkinkan ke masjid.
  • Memiliki tanggung jawab keluarga yang tidak bisa ditinggalkan.
  • Ingin menghidupkan suasana ibadah bersama keluarga di rumah.


Jumlah Rakaat Tarawih


Perbedaan jumlah rakaat adalah hal yang lumrah dalam fiqih:


  • 8 rakaat + 3 witir (sebagian mengikuti praktik yang dinisbatkan pada Rasulullah ﷺ).
  • 20 rakaat + 3 witir (umum dilakukan sejak masa Umar bin Khattab dan mayoritas umat Islam).


Keduanya sah. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan konsistensi.


Keutamaan Tarawih di Rumah


1. Melatih Keikhlasan

   Tanpa dilihat orang lain, ibadah menjadi lebih murni karena Allah.


2. Mendidik Keluarga

   Orang tua bisa menjadi imam bagi anak dan pasangan, menjadikan rumah sebagai madrasah pertama.


3. Fleksibel dan Tenang

   Bisa membaca surat lebih panjang atau lebih pendek sesuai kemampuan.


4. Menghidupkan Sunnah Sholat Malam

   Ramadan menjadi momentum membiasakan diri bangun malam dan berdoa.


Jangan Lupakan Semangat Kebersamaan


Meski tarawih sendiri diperbolehkan, sholat berjamaah di masjid juga memiliki nilai kebersamaan dan syiar Islam yang besar. Maka, bila tidak ada uzur, menghadiri masjid tetap dianjurkan.


Islam memberi kelonggaran tanpa menghilangkan semangat utama ibadah. Baik di masjid maupun di rumah, yang Allah nilai bukan tempatnya, melainkan hati dan kesungguhan hambanya.


Penutup


Sholat tarawih sendiri di rumah bukanlah kekurangan, melainkan pilihan yang sah dalam syariat. Ramadan bukan tentang ramai atau sepi, tetapi tentang kedekatan dengan Allah.


Selama niatnya lurus dan dilakukan dengan khusyuk, insyaAllah pahalanya tetap mengalir.



*